Bersin, Sebuah Kematian Kecil???

Anda dapat meninggal ketika bersin!! Bagaimana ini bisa terjadi? Pasti anda tercengang ?!
Bersin adalah satu perkara yang penting dalam kehidupan manusia, akan tetapi manusia tidak mengetahui bahwa bersin adalah sebuah “kematian kecil”!

Manusia, tatkala sedang bersin dia mati sementara hingga kemudian kembali untuk kehidupannya yang baru!
Ketika bersin, segala organ pada tubuh, baik pernafasan, pencernaan, dan saluran air kencing berhenti. Demikian juga hati berhenti berdenyut tatkala kita sedang bersin.

Bersin adalah cara pertahanan diri yang jenius dan penting untuk menghilangkan segala problematika saluran pernafasan, baik dari segala macam kotoran, atau dari segala macam benda asing yang masuk melalui lubang hidung. Dengan demikian, bersin merupakan penjaga yang terpercaya (sarana daya tahan tubuh) yang dapat mencegah benda asing yang berterusan berada dalam saluran udara di bawah tulang hidung.

Ketika terjadi suatu sentuhan pada rambut-rambut hidung yang berasal dari benda asing, baik dari serangga yang membahayakan atau yang lainnya, maka rambut-rambut tersebut akan memberi peringatan (sinyal) dengan kecepatan yang sangat menakjubkan, yaitu dengan memerintahkan untuk membuat penghalang dengan sebuah penarikan nafas, kemudian diikuti pengeluaran nafas yang keras –yang kita sebut dengan bersin- melewati hidung untuk mengeluarkan bahaya yang masuk. Demikian juga sekaligus mencegahnya meneruskan jalan melewati saluran pernafasan menuju paru-paru..

Sesungguhnya kecepatan bersin mencapai hingga 100 km/jam. Dan, jika Anda bersin dengan keras, mungkin sekali Anda dapat memecahkan satu dari tulang-tulang rusuk anda. Dan jika anda mencoba menghentikannya untuk tidak keluar, maka dia akan menyebabkan keluarnya darah di dalam leher atau kepala hingga menyebabkan kematian. Dan jika anda biarkan kedua mata anda terbuka ketika bersin, bisa-bisa mata anda akan keluar dari rongganya.

Di waktu bersin semenit atau kurang dari semenit dan setelahnya, anda akan bekerja biasa -jika Allah berkehendak-, seakan tidak terjadi sesuatupun.

Para dokter klasik menganggap bersin sebagai sebuah cahaya kehidupan. Mereka mempunyai sebuah ukuran derajat sehat bahwa manusia tatkala tertimpa suatu penyakit yang bahaya maka dia tidak mempunyai kemampuan untuk bersin. Dan mereka menganggap bersinnya seseorang yang sakit adalah sebuah kabar gembira kebaikan yang akan terjadi padanya, dan sebuah harapan baik dari jauhnya dia dari kebahayaan.

Rasulullah telah menyebutkan kepada kita tentang pentingnya bersin bagi tubuh kita, dengan membaca alhamdulillah (yang artinya:segala puji bagi Allah) dan menyuruh orang yang mendengar bersin untuk ber-tasymith (membaca yarhamukallah yang artinya: semoga Allah memberikan rahmat kepada anda).

Lafadz-lafadz ini mewahyukan, bahwa di sana ada bahaya yang datang, kemudian datanglah bersin untuk mengusir –dengan izin Allah- musuh penganggu dan memenangkan hingga akhirnya sang empunya selamat sehat wal afiat.

Demikian inilah Rasulullah mengajari kita bagaimana kita ber-tasmith terhadap orang yang bersin atau yang berarti mendoakannya dengan ucapan yarhamukallah.

Yang dimaksud di sini adalah bersin yang biasa saja. Adapun bersin sakit yang terjadi karena pilek atau salesma, misalnya, maka orang yang tertimpa tiap kali bersin membaca alhamdulillah terus, akan tetapi bagi yang mendengar hendaknya ber-tasymith pada yang pertama dan kedua saja.

Dan setelah ini mendoakan baginya kesehatan dengan ucapan ’Afakallah (yang bermakna semoga Allah menyehatkanmu).Oleh karena itu kalimat Alhamdulillah adalah sebuah ungkapan terima kasih kepada Allah atas keberhasilan ini. Maka pujilah Rabbmu dan berterimakasihlah kepada-Nya, wahai anak cucu Adam…

#Ayat ayat Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s